Dirut Semen Indonesia menghadiri Retail Gathering SBI di Bali.


Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso (kedua dari kanan) Direktur Pemasaran &
Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir (paling kanan), SVP of Supply Chain Semen
Indonesia (paling kiri), Direktur Human Capital, Legal & Corporate Affairs Solusi Bangun Indonesia
Agung Wiharto (kedua dari kiri), saat menghadiri acara Retail Gathering untuk wilayah Bali yang
diselenggarakan oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Hotel Kartika Discovery, Bali, Jumat
(25/10)
SBI secara kontinyu menggelar gathering diberbagai daerah untuk mengenalkan merek Dynamix
sebagai pengganti Holcim agar cepat dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi pilihan segala
kebutuhan pembangunan.





Source link

Dirut Semen Indonesia menghadiri Retail Gathering di Hotel Kartika Discovery, Bali.


Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso (kedua dari kanan) Direktur Pemasaran &
Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir (paling kanan), SVP of Supply Chain Semen
Indonesia (paling kiri), Direktur Human Capital, Legal & Corporate Affairs Solusi Bangun Indonesia
Agung Wiharto (kedua dari kiri), saat menghadiri acara Retail Gathering untuk wilayah Bali yang
diselenggarakan oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Hotel Kartika Discovery, Bali, Jumat
(25/10)
SBI secara kontinyu menggelar gathering diberbagai daerah untuk mengenalkan merek Dynamix
sebagai pengganti Holcim agar cepat dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi pilihan segala
kebutuhan pembangunan.





Source link

Semen Indonesia Raih Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia

Jakarta, 19 September 2019 – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berhasil meraih penghargaan dalam ajang 9th Annual Institutional Investor Awards For Corporates 2019 dari Alpha Southeast Asia. Perseroan berhasil meraih 3 (tiga) penghargaan diantaranya Most Organised Investor Relations, Strongest Adherence to Corporate Governance dan Most Consistent Divided Policy.

Penghargaan diserahkan oleh CEO & Publisher Alpha Southeast Asia, Siddiq Bazarwala kepada Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso di  Singapura, Selasa (17/09).

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kredibilitas perusahaan di mata shareholder. Semen Indonesia dipandang konsisten dan mampu memberikan nilai bagi para pemegang saham secara berkelanjutan dan transparan sehingga investor memahami kegiatan bisnis Perseroan. Selain itu, Perseroan dianggap memiliki kebijakan dividen (dividend policy) yang konsisten, serta unggul dalam menjalankan Good Corporate Governance (GCG).

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk mendorong kinerja Perseroan dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Sigit Wahono.

Penghargaan 9th Annual Institutional Investor Awards For Corporates 2019, diberikan kepada perusahaan di Asia Tenggara melalui sistem polling dalam penerapan manajemen finansial, tata kelola perusahaan, Corporate Social Responsibility dan Investor Relations.

Tahun ini, polling diikuti 494 pemilih dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Partisipan meliputi manajer keuangan dengan ketertarikan investasi di Asia Tenggara, lembaga investor besar, perusahaan asuransi, pengelola dana pensiun, bank swasta, broker dan analis.

Klik disini untuk download Siaran Pers

Source link

Penganugerahan Penghargaan 9th Annual Institutional Investor Awards For Corporates

hendi prio santoso

Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso (paling kanan), SVP of SMO & Communication Semen Indonesia, Ami Tantri (paling kiri), Capital Market & Corporate Action Officer Semen Indonesia, Khalisha Anjani (kedua dari kanan) bersama CEO Alpha Southeast Asia, Siddiq Bazarwala (kedua dari kiri) saat penganugerahan penghargaan 9th Annual Institutional Investor Awards For Corporates di Singapura (17/9)

Source link

Semen Indonesia Bangun Pabrik Mortar dengan Kapasitas 375 Ribu Ton/Tahun

hendi prio santoso

Jakarta, 29 Agustus 2019 – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya PT Mitra Kiara Indonesia (MKI) memulai pembangunan pabrik mortar berkapasitas 375 ribu ton per tahun di Narogong, Gunung Putri, Jawa Barat, pada hari ini Rabu (29/8). Factory Ground Breaking Ceremony dihadiri oleh Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso dan Direktur MKI Mirza Whibowo Soenarto.

Hadir juga dalam acara tersebut Direktur Strategi Bisnis & Pengembangan Usaha Semen Indonesia Fadjar Judisiawan, Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir, Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Aulia Mulki Oemar, Managing Partner AML Anlangentechnik GmBh & Co. KG Matthias Leeke, serta tokoh masyarakat sekitar.

MKI adalah entitas yang merupakan bagian dari Semen Indonesia untuk melakukan bisnis di industri hilir semen yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Perseroan dan menangkap peluang pertumbuhan industri hilir semen, sehingga dapat menjadi sumber revenue baru bagi Perseroan.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono, mengatakan bahwa pabrik mortar PT MKI dibangun di lahan seluas 2 hektar dengan konsep ramah lingkungan dan ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2020

Pabrik mortar ini merupakan pengembangan bisnis Semen Indonesia untuk melengkapi portofolio produk dan layanan guna memperkuat produk derivatif. “Upaya ini dilakukan untuk memperluas diversifikasi jenis produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan,” kata Sigit Wahono..

“Mortar merupakan produk dengan bahan utama semen dan pasir. Pada umumnya, pasir yang digunakan adalah pasir alam, namun untuk produk baru ini, Semen Indonesia telah mengembangkan sebuah inovasi teknologi yang dapat mengolah limestone untuk menggantikan fungsi pasir alam,” jelas Sigit Wahono.

Pembangunan pabrik mortar ini guna mengisi ceruk pasar mortar di tanah air yang masih terbuka. Saat ini Semen Indonesia telah memiliki produk mortar yang  diproduksi oleh PT Solusi Bangun Indonesia  yaitu Mortar Acian, Mortar Pasangan dan Mortar Plesteran.

Klik disini untuk unduh Siaran Pers

Source link

Hendi Prio Santoso: Kerjasama PGN dengan PELNI dan ASDP Merupakan Sinergi Positif BUMN

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) lagi-lagi memberikan melakukan inovasi positif untuk kemajuan BUMN. Kali ini PGN mengadakan kerjasama dengan PT Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan PT ASDP Indonesia Ferry yang diresmikan pada hari Kamis, 3 September 2015.

Kesepakatan kerjasama tiga BUMN tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PELNI Elfien Goentoro, Direktur ASDP Danang S. Baskoro, disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan jajaran direksi ketiga perusahaan BUMN.

“Penggunaan bahan bakar gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan akan membuat ongkos transportasi laut di Indonesia lebih efisien dan bersaing‎,” kata Rini Soemarno di Kementerian BUMN, Kamis (3/9/2015).

Kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang sebelumnya sudah dilakukan oleh PGN dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan. PGN, PELNI dan ASDP bersama-sama melakukan studi persiapan pengembangan infrastruktur dan teknologi terkait penggunaan bahan bakar gas bumi bagi kapal laut. Dengan adanya kerjasama ini nantinya kapal-kapal milik PELNI, ASDP maupun kapal perintis Ditjen Hubla akan mengkonversi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi yang dalam hal ini berupa gas bumi cair atau LNG (liquefied natural gas).

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso menyatakan bahwa PGN senantiasa melakukan terobosan-terobosan untuk mendukung program konversi BBM ke BBG.

“Kerjasama dengan PELNI dan ASDP ini merupakan bentuk sinergi positif di antara BUMN untuk mewujudkan program konversi BBM ke BBG. PGN berharap langkah strategis ini dapat mendorong pemanfaatan gas bumi untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional, khususnya di sektor kemaritiman,” katanya.

Berdasarkan data, saat ini PELNI menggunakan BBM untuk operasional kapal laut miliknya sekitar 33,4 juta liter per bulan. Adapun ASDP sebesar 3,5 juta liter perbulan dan kapal perintis milik Direktorat Jenderal Hubla sebesar 14,4 juta liter per bulan.

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2308537/bumn-transportasi-ini-manfaatkan-gas-untuk-bahan-bakar

Hendi Prio Santoso: PGN Bakal Tambah 110 Ribu Sambungan Rumah Tangga Tanpa APBN

PT Perusahaan Gas Negara menegaskan target penambahan 110 ribu sambungan gas bumi untuk rumah tangga di berbagai daerah dari 2016 hingga 2019. Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, pembangunan infrastruktur gas bumi tersebut murni dibiayai dana perusahaan tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Kami akan menambah 110 ribu sambungan gas rumah tangga pada 2016-2019. Semuanya dibangun dengan dana sendiri,” katanya pada hari Rabu (16/3/2016).  Hendi mengungkapkan tambahan 110 ribu sambungan gas bumi rumah tangga ini akan menambah jumlah pelanggan PGN di segmen rumah tangga yang saat ini lebih dari 107 ribu sambungan rumah. Dengan demikian, total pelanggan rumah tangga PGN menjadi sebanyak 217.000 rumah, yang dibangun dengan biaya PGN sendiri.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menyebarluaskan manfaat energi, baik gas bumi yang efisien, bersih, dan ramah lingkungan,” ujar Hendi Prio Santoso. Hendi juga mengungkapkan PGN merupakan satu-satunya badan usaha yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen paling lengkap. Selain rumah tangga, PGNjuga menyalurkan gas bumi ke industri besar dan pembangkit listrik yang saat ini jumlahnya mencapai 1.529 pelanggan.

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2460052/pgn-bakal-tambah-110-ribu-sambungan-rumah-tangga-tanpa-apbn

Hendi Prio Santoso: Sektor Rumah Tangga Pelanggan Terbesar PGN

PGN dengan penuh antusias melaksanakan penugasan yang telah diberikan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Setelah  surat penugasan tersebut dikantongi, PGN berusaha memberikan pelayanan gas bumi terbaik dan termurah untuk

Sebagai satu-satunya badan usaha di Indonesia yang menjadi penyalur gas bumi bagi masyarakat mulai dari segmen rumah tangga hingga segmen perusahaan-perusahaan komersil di Indonesia, PGN telah dipercaya dalam membangun jaringan sambungan gas rumah tangga di 11 kabupaten/kota di Indonesia meliputi Semarang, Blora, Cirebon, DKI Jakarta, Bekasi, Depok, Surabaya, Bogor, Palembang, Tarakan dan juga Sorong.

Seperti yang dikutip dari pernyataan Direktur Utama PGN,Hendi Prio Santoso, sektor rumah tangga merupakan pelanggan terbesar bagi PGN. Dan untuk memfasilitasi pelanggan mereka dengan energi alternatif yang lebih murah jika dibandingankan dengan elpiji, PGN tengah berusaha untuk menambah pelanggan rumah tangga mereka dengan berbagai cara yang dapat mereka tempuh. Dan salah satu caranya adalah dengan mengembangkan jaringan gas sendiri untuk sektor rumah tangga. Dalam hal ini, PGN sendirilah yang akan mengurus semua hal termasuk pendanaan untuk modal dan investasi.

Dalam prakteknya, pengembangan jaringan gas sendiri telah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia misalnya Jabar, Jateng, Jatim, Banten, Sumut, Sulsel, DKI Jakarta, Banten dan Kepualauan Riau. Dan jumlah jaringan gas rumah tangga yang sudah dibangun saat ini sudah melebihi angka 100.000 sambungan rumah. Dan untuk kedepannya, PGN akan fokus pada perluasan pelanggan baru terutama dari wilayah eksisting ataupun dari wilayah-wilayah baru yang sebelumnya belum terjamah oleh jaringan baru yang satu ini.

Sumber: http://hendipriosantoso.info/2015/12/19/pgn-anti-korupsi-pgn-berkomitmen-menambah-pelanggan-sambungan-rumah-tangga/

Di Bawah Hendi Prio Santoso, PGN Raih “The Fastest Growing Company” Award

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan pertumbuhan bisnis tercepat (Fastest Growing Companies) ke -10 di Asia dalam The Platts Top 250 Global Energy Company 2015. PGN juga menempati urutan ke – 46 untuk Overall Performance in Asia dan nomor ke 151 untuk kategori global Performance.

Penghargaan tersebut di terima PGN pada acara The Platts Top 250 Asia Award Dinner yang berlangsung di hotel Fullerton, Singapura, Selasa malam 27 Oktober 2015. PGN menjadi satu-satunya perusahaan energi dari Indonesia yang masuk dalam top 250 tersebut.  Selain memperoleh penghargaan dari Platts, tahun ini PGN juga masuk dalam daftar 2000 the world biggest public company 2015 versi majalah Forbes.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, penghargaan yang diberikan The Platts merupakan hasil dari kerja keras seluruh karyawan PGN. Penghargaan tersebut, juga menjadi bukti bahwa kinerja PGN tumbuh secara berkesinambungan yang didukung oleh fundamental bisnis yang sangat baik.

“Penghargaan ini menjadi salah satu bukti bahwa upaya PGN untuk terus membangun infrastruktur dan memperluas penggunaan gas bumi telah memperkuat posisi PGN sebagai perusahaan energi kelas dunia. Kami berharap berbagai penghargaan yang diraih PGN dapat semakin memotivasi PGN untuk terus berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia,” kata Hendi.

Saat ini PGN telah membangun lebih dari 6.470 kilometer jaringan pipa gas dan melayani lebih dari 105.000 pelanggan dari berbagai segmen seperti rumah tangga, transportasi, UKM, komersial, industri dan pembangkit listrik.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/10/28/113745826/PG

Hendi Prio Santoso: Gas Bumi Solusi Ketahanan Energi

PGN terus menunjukkan tren positifnya. Terbaru, sepanjang 2015 lalu, PGN sukses menyalurkan gas bumi sebesar 1.586 MMSCFD, yang setara dengan penghematan bagi negara Rp 88,03 triliun. Jumlah penyaluran tersebut setara dengan penggunaan 286.000 barel minyak per hari. Secara persentase, penyalurannya setara dengan 22% dari seluruh pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Prestasi lainnya, hingga akhir Januari 2016, PGN telah membangun infrastruktur pipa sepanjang 6.971 kilometer (km). Ini merepresentasikan sekitar 76% dari jaringan pipa gas hilir di Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan, Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, mengemukakan pihaknya akan terus mengupayakan pembangunan jaringan gas di seluruh Tanah Air. Hendi Prio Santoso menargetkan, PGN akan membangun 60 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) hingga 2019. “Mulai 2016-2019, kami merencanakan pembangunan SPBG sebanyak 60 unit,” kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, di Jakarta, Rabu (10/2).

Adapun 60 unit SPBG yang akan dibangun itu, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara. Saat ini, PGN telah mengoperasikan 5 unit SPBG dan menyalurkan gas bumi ke 14 SPBG mitra. PGN juga menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi dengan menggunakan Mobile Refueling Unit (MRU) di beberapa lokasi seperti di IRTI Monas, Waduk Pluit, Grogol, dan Gresik. “Saat ini gas bumi PGN sudah memasok bahan bakar untuk bus, bajaj, taksi, hingga kendaraan pribadi,” ujarnya.

Hendi menegaskan, PGN siap untuk terus memperbanyak infrastruktur gas bumi, baik untuk sektor transportasi maupun berbagai segmen pelanggan lainnya. Diketahui, PGN adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor mulai dari rumah tangga, usaha kecil menengah (UKM), komersial (hotel, mal, rumah sakit), industri, dan kelistrikan. PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 107.690 rumah tangga, 1.857 pelanggan komersial dan UKM dan 1.529 industri serta pembangkit listrik.

Saat ini, PGN telah memiliki dan mengelola pipa gas bumi sepanjang 6.971 kilometer (km). Jumlah ini setara 76% jaringan pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia. ”Kami membangun infrastruktur gas bumi tersebut dengan menggunakan dana PGN sendiri, dan tidak memakai dana  APBN,” kata Hendi.

Sumber: http://www.offshoreindonesia.com/read/2016/02/27/10209/0/40/Dirut-PGN-Hendi-Prio-Santoso-Gas-Bumi-Solusi-Ketahanan-Energi